Senin, 15 April 2019

Hubungan Internasional (XI)

Hubungan Internasional
Kehidupan bangsa-bangsa di dunia sangat beragam  akan tetapi diantara mereka saling membutuhkan dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya hal ini tampak pada lingkungan disekitar kita, baik dalam area kecil maupun lebih besar seperti negara kemakmuran dan kemiskinan berada dalam ligkup yang tidak terbatas (no limitations) saling membutuhkan dan saling bergantung antara satu dengan yang lain

Kehidupa bangsa-bangsa di dunia mengalami berbagai perbedaan potensi tingkat kehidupan misalnya dalam bidang kesehatan, kondisi pangan, gizi, fasilitas pendidikan, pendapatan, kesempatan kerja, pertambahan penduduk, atau harapan hidup (life expectancies) perbedaan ini menyebabkan terjadinya kerjasama antar negara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.



Penegrtian hubungan internasional
Pengertian hubungan inetrnasional menurut Suwardi Wiraatmaja adalah segala macam hubungan antarbangsa dan kelompok-kelompok bangsa dalam masyarakat dunia. Hubungan internasional ini sangat penting mengingat tidak adanya satu bangsa ataupun negara di dunia yang mampu mempertahankan kelangsungan hidup tanpa bekerja sama dengan negara lain.

oleh karena itu hubungan internasional mencakup semua hubungan antara kelompok bangsa, antar bangsa, dan negara dalam masyarakat dunia internasional dan kekuatan -kekuatan serta proses-proses yang menentukan cara hidup, bertindak, dan berpikir mausia.

Bentuk - bentuk Hubungan Internasional 
Umumnya berbagai bentuk kerjasama atau hubungan internasional dapat dikelompokkan menjadi hubungan bilateral dan hubungan multirateral  

Hubungan Bilateral
Hubungan bilateral ( kerja sama anatar dua negra ) dapat mencakup segala aspek kehidupan negara baik bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya, serta pertahanan dan keamanan. Hubungan birateral ini dituangkan dalam bentuk perjanjian internasional/ taraktat contoh hubungan bilateral RI dengan negara lain yang dituangkan dalam tarktat  anatara lain sebagai berikut.
1. Perjanjian RI-Malaysia tentang  Penetapan Garis Batas Landasan Kontinen kedua negara di Selat Malaka dan Laut Cina Selatan, ditandatangani tanggal 27 Oktober 1969 dan mulai berlaku tanggal 7 November 1969.

2. Persetujuan RI- Australia tentang   Penetapan Batas Dasar Laut  (dilaut arafuru, di depan pantai selatan pulau Irian dan didepan pantai utara Irian) tanggal 18 Mei 1971 dan berlaku mulai tanggal 19 November 1973.

3. Penetapan RI-India tentang Penetapan Garis Batas Landasan Kontinen  antara kedua negara (batas antara Sumatra dan Nikobar )  ditandatangani dan mulai berlaku tanggal 8 Agustus 1974.

kerja sama bilateral lainya dalam bidang ekonomi (perdagangan) banyak di jalin dengan negara-negara Eropa Barat, Amerika Serikat, Jepang, atau Uni Eropa Beberapa kerja sama tersebut tidak dituangkan di dalam suatu perjanjian tetapi dengan nota kesepakatan.

Hubungan Multirateralltirateral
Hubungan multilatearal (kerjasaminternasionala banyak negara) dapat terjadi dalam bentuk keikutsartaan dalam berbagai konferensi internasional maupun dalam organisasi internasional. hubungan multirateral melalui konferensi internasional adalah konferensi  Asia Afrika di Bandung tahun 1955konferensi hukuman laut tahun 1958  konferensi hukum laut tahun 1960 konferensi hukum laut III yang diakhiri dengan penandatanganan konverensi di Jamaika pada tahun 1982.

Selian itu contoh hubungan multirateral adalah keikutsertaan Indonesia dalam berbagai organisasi    internasional seperti menjadi anggota PBB yang ke-50 sejak 28 September 1950 menjadi seponsor  serta anggota ASEAN (Asociation of South East Asian Nations) anggota OPEC (Organization of Petroleum Expolation Countries) anggota APEC (Asia Pacific Economic Cooperation ) dan anggota OKI ( Organisation Konferensi Islam ) 

Pentingnya Hubungan Internasional bagi Suatu Negara
Hubungan internasional atau kerja sama antar negara menjadi sedemikian penting karena setiap negara memiliki aturan dalam berbudaya etika, dan kehidupan masing-masing namun yang uatama adalah adanya keterikatan saling membutuhkan  dalam memenuhi kebutuhan hidup dan menumbuhkan kesadaran untuk salaing memelihara hubungan tersebut.

Hubungan internasional memberikan banyak manfaat demi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan bangsa pada suatu negara. Manfaat yang diperoleh dari suatu hubungan internasional atau kerja sama antar negara adalah sebag ai berikut.
a. mempererat hubungan persaudaraan anatar bangsa
b. mencapai kehidupan yang damai dan adil
c. mencegah terjadinya konflik antar bangsa
d. membantu bangsa lain dalam mencari solusi penyeleasian diri berbagai ancaman

suatu negara yang tidak mau membina hubungan negara lain biasanya akan terkunci dari pergaulan antar bangsa didunia. Dewasa ini negara-negara di dunia mulai aktif menjalin kerja sama dengan negara lain di berbagai bidang untuk mewujudkan kerja sama internasional yang harus disepakati oleh masing-masing negara yang berkepentingan



Penandatangani perjanjian internasional
   

Kamis, 11 April 2019

Hakikat Wawasan Nusantara (X)

Hakikat Wawasan Nusantara             
           Hakikat Wawasan Nusantara adalah keutuhan nusantara dalam pengertian cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingan nasional. Hal tersebut berarti bahwa setiap warga masyarakat dan aparatur negara harus berpikir, bersikap, dan bertindak secara utuh menyeluruh demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia. Demikian juga produk yang dihasilkan oleh lembaga negara harus dalam lingkup dan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia tanpa menghilangkan kepentingan lainnya, seperti kepentingan daerah, golongan, dan perorangan. Kita memandang bangsa Indonesia dengan Nusantara merupakan satu kesatuan. Jadi, hakikat Wawasan Nusantara adalah keutuhan dan kesatuan wilayah nasional. Dengan kata lain, hakikat Wawasan Nusantara adalah “persatuan bangsa dan kesatuan wilayah. Dalam GBHN disebutkan bahwa hakikat Wawasan Nusantara diwujudkan dengan menyatakan kepulauan nusantara sebaga satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.

Asas Wawasan Nusantara
         Asas Wawasan Nusantara merupakan ketentuan atau kaidah dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara, dan diciptakan demi tetap taat dan setianya komponen pembentuk bangsa Indonesia terhadap kesepakatan bersama. Jika asas Wawasan Nusantara diabaikan, komponen pembentuk kesepakatan bersama akan melanggar kesepakatan bersama tersebut yang berarti tercerai berainya bangsa dan negara Indonesia. Adapun, asas Wawasan Nusantara tersebut adalah sebagai berikut.


  • Kepentingan yang sama. Ketika menegakkan dan merebut kemerdekaan, kepentingan bersama bangsa Indonesia adalah menghadapi penjajah secara fisik dari bangsa lain. Sekarang, bangsa Indonesia harus menghadapi penjajahan yang berbeda. Misalnya, dengan cara “adu domba” dan “memecah belah” bangsa dengan menggunakan dalih HAM, demokrasi, dan lingkungan hidup. Padahal, tujuan kepentingannya sama yaitu tercapainya kesejahteraan dan rasa aman yang lebih baik daripada sebelumnya.


  • Keadilan. Kesesuaian pembagian hasil dengan adil, jerih payah, dan kegiatan baik perorangan, golongan, kelompok maupun daerah.


  • Kejujuran. Keberanian berpikir, berkata, dan bertindak sesuai realita serta ketentuan yang benar biar pun realita atau ketentuan itu pahit dan kurang enak didengarnya. Demi kebenaran dan kemajuan bangsa dan negara, hal itu harus dilakukan.


  • Solidaritas. Diperlukan kerja sama, mau memberi, dan berkorban bagi orang lain tanpa meninggalkan ciri dan karakter budaya masing-masing.


  • Kerja sama. Adanya koordinasi, saling pengertian yang didasarkan atas kesetaraan sehingga kerja kelompok, baik kelompok kecil maupun besar dapat mencapai sinergi yang lebih baik.


  • Kesetiaan terhadap kesepakatan bersama untuk menjadi bangsa dan mendirikan Negara Indonesia yang dimulai, dicetuskan, dan dirintis oleh Boedi Oetomo Tahun 1908, Sumpah Pemuda Tahun 1928, dan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Kesetiaan terhadap kesepa-katan ini sangat penting dan menjadi tonggak utama terciptanya persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan. Jika kesetiaan ini goyah, dapat dipastikan persatuan dan kesatuan akan hancur berantakan.


Wawasan Nusantara (X)

Berdasarkan gambar tersebut, jawablah pertanyaan berikut dengan tepat.
1. Mengapa mereka ingin tetap mewujudkan Indonesia kokoh dalam persatuan, padahal bangsa
    Indonesia itu berbeda-beda? ........................................................................................................
2. Coba tuliskan contoh kasus yang pernah terjadi di lingkungan sekolah atau rumah kalian yang           dapat merugikan persatuan dalam konteks Wawasan Nusantara? ...............................................
3. Upaya apakah yang harus dilakukan untuk menjaga Wawasan Nusantara? ...............................
4. Apakah kalian termasuk orang yang mampu menghindari dari sikap atau perbuatan yang dapat   
    merugikan persatuan?
   Jika iya, alasannya ……………………………………………………… ..........………………
   Jika tidak, alasannya …………………………………....………………………………………
5.Bagaimana pendapat kalian melihat orang yang berperilaku dan bersikap merugikan persatuan dan
   kesatuan bangsa?  ………………………………………………………………………………
   ..................................……………………………………………………………………………
         
         Apa yang kalian ketahui tentang istilah Wawasan Nusantara? Pernahkah kalian membaca tentang literatur Wawasan Nusantara? Jika belum, carilah di internet atau sumber lain tentang Wawasan Nusantara! Atau mari kita pelajari bersama-sama tentang Wawasan Nusantara pada subbab ini. Berdasarkan teori-teori tentang wawasan, latar belakang, falsafah Pancasila, latar belakang pemikiran aspek wilayah, aspek sosial budaya, dan aspek kesejarahan, terbentuklah satu wawasan nasional Indonesia yang disebut Wawasan Nusantara dengan rumusan pengertian yang sampai saat ini terus berkembang. Banyak pengertian tentang Wawasan Nusantara, tetapi ada satu pendapat pengertian Wawasan Nusantara yang diusulkan menjadi Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat dan dibuat di Lemhanas Tahun 1999 sebagai berikut.

       “Cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional”. Dengan demikian, Wawasan Nusantara mencakup semua aspek kehidupan yang utuh sehingga tidak dapat dipisahpisahkan sesuai dengan kepentingan. Bangsa Indonesia yang majemuk harus mampu membina dan membangun atau menyelenggarakan kehidupan nasional yang baik. Untuk itu, pembinaan dan penyelenggaraan tata kehidupan bangsa dan negara disusun atas dasar hubungan timbal balik antara semua aspek dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan nasional. Dari pengertian di atas maka pengertian yang digunakan sebagai acuan pokok ajaran dasar Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia, adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonnesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dan tetap menghargai serta menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional. 

Secara etimologis, Wawasan Nusantara berasal dari kata wawasan dan Nusantara. Wawasan berasal dari kata wawas (bahasa jawa) yang berarti pandangan, tinjauan dan penglihatan indrawi. Jadi wawasan adalah pandangan, tinjauan, penglihatan, tanggap indrawi. Wawasan berarti pula cara pandang dan cara melihat. Nusantara berasal dari kata nusa dan antara. Nusa artinya pulau atau kesatuan kepulauan. Antara artinya menunjukkan letak antara dua unsur. Jadi Nusantara adalah kesatuan kepulauan yang terletak antara dua benua, yaitu benua Asia dan Australia, dan dua samudra,
yaitu samudra Hindia dan Pasifik. Berdasarkan pengertian modern, kata “Nusantara” digunakan sebagai pengganti nama Indonesia. Sedangkan terminologis, wawasan menurut beberapa pendapat sebagai berikut.
a. Menurut Prof. Wan Usman, “Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai      diri dan tanah airnya sebagai Negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.”
b. Menurut GBHN 1998, Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia  
    mengenai diri dan lingkungannya, dengan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, 
   berbangsa, dan bernegara.
c. Menurut kelompok kerja Wawasan Nusantara untuk diusulkan menjadi tap. MPR, yang dibuat    Lemhannas tahun 1999, yaitu “cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan  kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehipan bermasyarakat, berbangsa,  dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.”

     Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, secara sederhana wawasan nusantara berarti cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya. Wawasan Nusantara sebagai Wawasan Nasional Indonesia pada hakikatnya merupakan perwujudan dari kepulauan Nusantara Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 197 sebagai satu kesatuan pertahanan dan keamanan. Selain itu juga, Wawasan Nusantara merupakan pencerminan dari kepentingan yang sama, tujuan yang sama terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa dan kesatuamn wilayah Indonesia. Dengan kata lain sebagai wawasan nasionalnya, Wawasan Nusantara menjadi pola yang mendasari cara berfikir, bersikap dan bertindak dalam rangka menangani permasalahan yang menyangkut kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Rabu, 20 Februari 2019

Fungsi dan Peran Pers (XII)

Pers merupakan media komunikasi antara manusia, antar warga negara, antar warga dengan warga negara, dan antar negara dengan negara. Jadi sebelum mengkaji fungsi pers, sebaiknya kita perlu memahami fungsi komunikasi bagi kehidupan manusia terlebih dahulu

menurut   Adler dan  Rodman  fungsi komunikasi dalam kehidupan manusia adalah sebagai berikut
1. sebagai salah satu upaya pemenuhan kebutuhan fisik manusia, maka orang yang bersangkutan harus memiliki komunikasi dengan yang lainnya

2. sebagai salah satu upaya pemenuhan kebutuhan sosial manusia sebagai mahluk sosial, maka seseorang membutuhkan interaksi dan komunikasi dengan manusia lain

3. sebagai kebutuhan diri pribadi, manusia perlu berkomunikasi dengan pihak lain untuk memenuhi kebutuhannya dan kepentingannya

dalam suatu organisasi kelompok masyarakat misalnya negara fungsi komonikasi adalah sebagai kendali  maka ia harus sesuai dengan wewenang dan garis komando organisasi

1. Fungsi pers
berdasarkan fungsi komunikasi yang telah dikemukakan di atas mmaka fungsi pers   menurut Onong uchjana effendy adalah sebagai berikut

a. Menyampaikan informasi (to Inform)
pers berpungsi untuk menyampaikan informasi mengenai berbagai hal atau peristiwa yang terjadi, gagasan atau pikiran orang lain, hasil penelitian, pendpat seseorang, dan lain sebagainya. informasi ini diperlukan masyarakat untuk menunjang aktivitasnya  sehari-hari fungsi menyampaikan informasi ini  dapat dikatakan sebagai fungsi pers yang pertama dan paling utama.

b. Mendidik (to Educate)
pers memiliki pungsi mendidik karena dilihat dari tulisan-tuliasn yang dimuat, pers mengandung pengetahuan yang sangat banyak sehingga pengetahuan masyarakat akan meningkat atau bertambah oleh karena itu kita menyebut pers sebagai sarana pendidikan massa (massa education)

c. Menghibur (to Entertaint)
isi pers baik elektronik maupun cetak tidak semuaya berisi informasi, pendapat, atau berita. Pers juga berisi hal-hal yang sifatnya menghibur seperti cerita pendek, cerita bergambar, kuis, karikatur, dan iklan

d. Mempengaruhi (to Influence)
isi pers baik media elektronik maupun cetak, secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi konsumennya. Pengaruh ini bisa berbentuk rasa, pendapat, ataupun tindakan. Tidak sedikit kita temukan pers yang isinya mempengaruhi masyarakat agar lebih memperhatikan masyarakat      

e. Sebagai lembaga ekonomi
dapat berpungsi sebagai lembaga ekonomi dikebayakan negara pers menceri keuntungan finasial walaupun demikian tidak berarti finansial  merupakan orientasi utama dari pers bilamana hal ini terjadi maka dapat dikatakan bahwa pers tersebut memiliki idealisme finansial 

selan itu, fungsi pers menurut UU No 40 Tahun 1999 Pasal 3 adalah sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, kontrol sosial, dan sebagai lembaga ekonomi

pers harus memiliki idealisme dalam bentuk kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan untuk menyatakan kebenaran, sehingga dapat berfungsi sebagi kontrol sosial (social control) pers harus bisa dan mampu menyampaikan sesuatu sesuai dengan kenyataannya, objektif, tidak mencari-cari kelemahan juga tidak mencari -cari kelebihannya sesuatu itu   bisa berupa aktivitas kelompok atau pun aktivitas individual ...

pers harus memiliki (social responsibility)  yaitu tanggung jawab kepada masyarakat...oleh karena itu pers harus dapat mengemas informasi sedemikian rupa dengan tidak mengurang objektifitasnya sehingga memberikan pengaruh positif kepada masyarakat

2. Peran Pers
berdasarkan  UU No. 40 Tahun 1999 Pasal 6 peran pers adalah sebagai berikut
1. Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui
2. Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supermasi hukum, dan hak asasi manusia serta menghormati kemerdekaan 
3. Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar.
4. Melakukan pengawasan kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum
5. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran

Tugas Individu klik TUGAS PPKn XII  


Kamis, 17 Januari 2019

A. Kebhinnekaan Bangsa Indonesia X

Perhatikanlah semboyan Bangsa Indonesia pada lambang negara kita berikut
ini.


                1. Apa arti semboyan Bhinneka Tunggal Ika?
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………

                2. Apa hubungan persatuan dan keberagaman?
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………

                3. Mengapa persatuan sangat penting bagi bangsa Indonesia?
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………

                4. Bagaimana menjaga komitmen persatuan?
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………

                5. Buatlah pertanyaan lain.
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………

Kebhinekaan merupakan realitas bangsa yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya untuk mendorong terciptanya perdamaian dalam kehidupan Bangsa dan Negara. Kebhinekaan harus dimaknai masyarakat melalui pemahaman multikulturalisme dengan berlandaskan kekuatan spiritualitas. Perbedaan etnis, religi maupun ideologi menjadi bagian tidak terpisahkan dari sejarah bangsa Indonesia dengan Bhinneka Tunggal Ika dan toleransi yang menjadi perekat untuk bersatu dalam kemajemukan bangsa. Apakah kalian tahu letak semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” dalam lambang negara kita? Coba perhatikan lambang negara kita? Semboyan bangsa Indonesia tersebut tertulis pada kaki lambang negara Garuda Pancasila. Bhinneka Tunggal Ika merupakan alat pemersatu bangsa. Untuk itu, kita harusn benar-benar memahami maknanya. Selain semboyan tersebut, negara kita juga memiliki alat-alat pemersatu bangsa sebagai berikut.
1. Dasar Negara Pancasila
2. Bendera Merah Putih sebagai bendera kebangsaan
3. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa persatuan
4. Lambang Negara Burung Garuda
5. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
6. Lagu-lagu perjuangan

Masih banyak alat-alat pemersatu bangsa yang sengaja diciptakan agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga. Dapatkah kalian menyebutkan yang lainnya? Diskusikan dengan teman kalian.
1. ………………………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………………………
3. ………………………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………………………

Persatuan dalam keberagaman memiliki arti yang sangat penting. Persatuan dalam keberagaman harus dipahami oleh setiap warga masyarakat agar dapat mewujudkan hal-hal sebagai berikut.
1. Kehidupan yang serasi, selaras, dan seimbang
2. Pergaulan antarsesama yang lebih akrab.
3. Perbedaan yang ada tidak menjadi sumber masalah.
4. Pembangunan berjalan lancar

Tugas Mandiri 5.1  <<<<<<<<<<<<



Rabu, 16 Januari 2019

Berbangsa dan bernegara XI

Makna keretbukaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara keterbukaan berarti kemudahan dan publikasi kepada rakyat tentang hal-hal berikut
a. Tujuan dan arah serta latar belakang dari suatu kebijakan pemerintah.
b. Keterlibatan rakyat dalam peroses perumusan hingga pelaksanaan kebijakan
c. Sumber pendapatan dan belanja keuangan negara
d. Mekanisme pertanjungjawaban penyelenggaraan pemerintahan kepada publik
e. Adanya ruang bagi rakyat untuk terlibat dalam kegiatan pemerintahan

Keterbukaan merupakan paham baru dalam penyelenggaraan pemerintahan yang banyak dipengaruhi oleh berkembangnya paham liberalisme. Sebagai suatu peham yang relatif baru dalam  implementasinya di Indonesia paham ini belum bisa dilaksanakan secara sempurna. nilai penting dari impementasi paham keterbukaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah meningkatnya jaminan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta meningkatnya rasa persatuan  dan kesatuan bangsa selain itu juga bisa meningkatkan wawasan kebangsaan warga negara

Keterbukaan dalam pemerintahan memungkinkan setiap lapisan masyarakat mengetahui arah dan perkembangan dalam kehidupan berbangsa serta sumber-sumber pendapatan dan belanja negara melalui keterbukaan dalam pemerintahan rakyat bisa berpartisipasi untuk terlibat dan menentukan arah dalam kehidupan pemerintahan 

Sebaliknya pemerintahan yang dilaksanakan secara tertutup membawa implementasi terhadap hal-hal berikut diantaranya:
a. Terbukanya peluang besar terjadinya korupsi dan kolusi serta penyelewengan kekuasaan dan       
    keuangan negara
b. Terbuktinya peluang terjadinya penyalah gunaan arah dan tujuan kehidupan berbangsa dan 
    bernegara
c. Memungkinkan terjadinya penyelenggaraan pemerintahan yang otoriter dan tidak bertanggung 
    jawab 

ciri-ciri keterbukaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara 
a. Penerimaan dan pengeluaran keuangna negara diketahui oleh rakyat apakah itu secara langsung 
    melalui publikasi dalam media massa atau secara tidak langsung.  
b. Ada pelibatan rakyat dalam penentuan pengeluaran dan pendapatan negra
c. Ada pelibatan rakyat dalam pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan negara
d. Adanya jaminan hukum bahwa rakyat boleh mengetahui kebijakan yang akan diambil oleh         
    pemerintah serta terlibat dalam bentuk mempengaruhi suatu kebijakan
e. Adanya kemudahan dan jaminan hukum bagi rakyat untuk mengetahui kondisi keuangan negara 
    serta berbagai nentuk dan arah kebijakan pembangunan 
f. Adanya keterlibatan negara dalam perumusan pelaksanaan dan evaluasi kebijakan  negara dalam 
   pembangunan
g.Adanya mekanisme akuntabilitas yang jelas dan terbuka dari pemerintah dalam pelaksanaan 
   kegiatan pemerintahan dan pembangunan

Implementasi  keterbukan dalam penyelengaaraan pemerintahan secara konsisten membawa  kensisten membawa konsekuensi dilaksanakannya nilai netralitas, partisipasi otonomi daearah, efisiensi, efektifitas, rule of law, keadilan, responsivitas, kepercayaan, dan akuntabilitas.    

Bhinneka Tunggal Ika (X)

Bhinneka Tunggal Ika
Integrasi Nasional dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas Rahmat dan Ridho-Nya sehingga kalian bisa menyelesaikan materi pada Bab 4 tentang Harmonisasi Hubungan Pemerintah Pusat dan Daerah. Semoga kalian mendapatkan nilai yang memuaskan pada ulangan harian Bab 4 sehingga kalian dapat menyelesaikan materi berikutnya dengan hasil yang optimal. Selanjutnya, amatilah peta Indonesia berikut ini.

Sebelum mendalami lebih jauh tentang materi Bab 5, ada baiknya kalian amati dan simak gambar tersebut di atas. Coba kalian perhatikan gambar tersebut? Bagaimana usaha kita agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap utuh? Mengapa musyawarah mufakat dalam kehidupan sehari-hari dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) lebih diutamakan?

Daerah atau provinsi mana yang pernah kalian kunjungi? Berapa jumlah pulau yang ada di Indonesia? Berapa jumlah bahasa yang ada di Indonesia? Mengapa kebudayaan setiap daerah di Indonesia berbeda-beda? Selain kebudayaan, apa saja yang berbeda?
Kalian harus ingat bahwa negara Indonesia merupakan negara kepulauan (archipelago) yang terdiri atas pulau-pulau yang dibatasi oleh laut dan selat. Sebagai sebuah negara kepulauan yang terdiri atas banyak etnis dan budaya, Indonesia menghadapi berbagai kemungkinan adanya perpecahan yang dapat menjadi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, kesatuan bangsa. Untuk menyiasati hal tersebut, berbagai upaya telah dilakukan. Salah satunya, yakni diwajibkan kepada seluruh masyarakat untuk memupuk komitmen persatuan dalam keberagaman, seperti tidak menyinggung SARA, harus saling menghormati antaragama dan keyakinan, serta menghargai perbedaan budaya. Oleh karena itu, pada bab ini akan dibahas bagaimana pentingnya peran kalian sebagai generasi muda dalam upaya menjaga integrasi bangsa dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika. Dengan demikian, akan muncul karakter bangsa yang tercermin lewat generasi muda yang mampu menghargai perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan, serta sikap toleransi dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.



( Merdeka Mengajar )

  zoom.us/j/